Rekanalisasi
Tuba Fallopii
Operasi rekanalisasi dengan teknik bedah mikro sudah
banyak dikembangkan. Teknik ini tidak saja menyambung kembali tuba Fallopii
dengan baik, tetapi juga menjamin kembalinya fungsi tuba. Hal ini disebabkan
oleh teknik bedah mikro yang secara akurat menyambung kembali tuba dengan
trauma yang minimal, mengurangi perlekatan pascaoperasi, mempertahankan
fisiologi tuba, serta menjamin fimbriae tuba tetap bebas sehingga fungsi penangkapan
ovum masih tetap baik.
Seleksi
Kasus
Tidak semua klien pasca tubektomi dapat dengan mudah
menjalankan rekanalisasi atau dikabulkan permintaan rekanalisasinya. Beberapa
pertimbangan harus diberikan untuk keberhasilan rekanalisasi tersebut.
Beberapa
Indikasi Kontra
1.
Umur klien >
37 tahun
2.
Tidak ada
ovulasi (atau ada masalah dari faktor ovarium)
3.
Suami
oligospermi atau azoospermi
4.
Keadaan
kesehatan yang tidak baik, di aman kehamilan akan memperburuk kesehatannya.
5.
Tuberculosis
genitalia interna.
6.
Perlekatan
organ-organ pelvic yang luas dan berat.
7.
Tuba yang sehat
terlalu pendek (kurang dari 4 cm).
8.
Infeksi pelvis
yang masih aktif.
Beberapa
Pertimbangan sebelum Memutuskan untuk Operasi
Pemilihan klien dilakukan berdasarkan:
1.
Pemeriksaan
praoperatif
a.
Anamnesis yang
lengkap, termasuk laporan operasi daerah pelvis dan penyakit panggul terdahulu.
b.
Pemeriksaan
fisik umum (status generalis).
c.
Pemeriksaan
ginekologis.
d.
Pemeriksaan
laparoskop, dan / atau
e.
Pemeriksaan
histerosalpingografi.
2.
Keputusan untuk
operasi dan waktunya
a.
Apakah bisa
dilakukan pembedahan mikro pada kasus tersebut.
b.
Apakah tindakan
pembedahan tersebut akan memberikan hasil yang baik untuk klien agar dapat
hamil.
Bila jawaban Ya, harus ditentukan waktu operasi.
Tindakan pembedahan biasanya dilakukan di rumah sakit oleh ahli bedah yang
terlatih serta dengan sarana yang lengkap untuk operasi mikro (micro surgery).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar